MEDAN — Prakirawan BBMKG Wilayah I Putri Afriza menyatakan hampir seluruh wilayah Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang pada siang menuju sore hari. Pengecualian berlaku untuk Medan, Binjai, dan Tebing Tinggi yang diprediksi tidak mengalami hujan pada periode tersebut.
"Siang menuju sore hari berpotensi hujan ringan hingga sedang merata di wilayah Sumut," ujar Putri Afriza dalam keterangan resmi BBMKG Wilayah I.
Memasuki malam hari, hujan ringan hingga sedang diprediksi masih mengguyur sebagian besar wilayah Sumut. Sejumlah daerah yang berpotensi terdampak antara lain Medan, Tanjungbalai, Deli Serdang, Dairi, Batu Bara, Humbang Hasundutan, Binjai, Gunungsitoli, Labuhanbatu, Samosir, dan Serdang Bedagai.
"Malam hari masih berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Sumut," ucap Putri.
Suhu udara di wilayah Sumut berkisar antara 14 hingga 33 derajat celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat 65 sampai 100 persen, sementara angin bergerak dari selatan ke barat dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam.
Kombinasi kelembapan tinggi dan pergerakan angin tersebut memperkuat potensi pembentukan awan hujan di sejumlah titik. Warga di kawasan dataran rendah diminta memantau kondisi drainase dan sungai di sekitar permukiman.
BBMKG Wilayah I mengimbau masyarakat mewaspadai hujan intensitas sedang yang disertai petir dan angin kencang. Peringatan berlaku untuk lima zona: Pantai Timur, Pantai Barat, Pegunungan, Lereng Timur, dan Lereng Barat.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Kawasan lereng dan pegunungan menjadi titik paling rentan karena kombinasi curah hujan tinggi dan struktur tanah yang labil.
Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, kaki lereng, dan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari. Pemantauan tinggi muka air sungai dan kondisi tebing menjadi langkah awal yang disarankan.
Pemerintah daerah di kabupaten dan kota yang masuk zona rawan diharapkan menyiapkan jalur evakuasi serta posko darurat. Koordinasi dengan BPBD setempat diperlukan untuk mempercepat respons jika terjadi banjir atau longsor.