Pemprov Sumut Jamin Stok Vaksin Rabies hingga 2030, 15 Ribu Dosis Disuntikkan di Deliserdang

Penulis: Syafruddin Amir  •  Senin, 28 September 2026 | 09:31:32 WIB
Petugas kesehatan hewan menyuntikkan vaksin rabies kepada hewan peliharaan dalam vaksinasi massal di Lapangan Astaka, Deliserdang.

DELISERDANG — Komitmen Pemprov Sumatera Utara itu tidak berhenti pada pengadaan vaksin. Surya menyatakan pemerintah juga akan memperkuat pusat kesehatan hewan, meningkatkan kapasitas tenaga medis veteriner, serta memperkuat surveilans dan deteksi dini terhadap kasus rabies.

Sumatera Utara mencatat 280 kasus rabies sepanjang 2025. Angka itu menunjukkan pencegahan dan penanganan rabies masih menjadi persoalan yang perlu diperkuat, terutama untuk mencegah penularan kepada manusia.

Vaksinasi Massal 15 Ribu Dosis di Lapangan Astaka

Deklarasi Sumut bebas rabies 2030 digelar bersama pemerintah kabupaten/kota dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut. Dalam kegiatan itu, Sumut menerima sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI) atas vaksinasi rabies sebanyak 15 ribu dosis.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen memastikan ketersediaan vaksin rabies di seluruh kabupaten dan kota, memperkuat pusat kesehatan hewan, meningkatkan kapasitas tenaga medis veteriner, memperkuat surveilans, deteksi dini, pelaporan, serta penanganan kasus secara cepat dan tepat,” kata Surya.

Target 2030 Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Pemerintah

Surya menegaskan target bebas rabies tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Pemerintah kabupaten/kota, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat perlu terlibat melalui pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat, rutin memvaksinasi hewan peliharaannya. Kesadaran masyarakat merupakan kunci untuk memutus rantai penularan rabies,” katanya.

Rabies Bukan Sekadar Persoalan Kesehatan Hewan

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nuryani Zainuddin menyebut rabies menyangkut keselamatan manusia. Menurut dia, penularan rabies sebenarnya dapat dicegah.

"Di balik satu kasus rabies, ada keluarga yang cemas, ada orang tua yang berharap anaknya dapat diselamatkan, dan ada kehidupan yang dapat berakhir karena penyakit rabies ini sebenarnya dapat kita cegah," ujarnya.

Dengan 280 kasus sepanjang 2025, penguatan surveilans dan vaksinasi massal menjadi dua pilar utama yang akan dijalankan Pemprov Sumut menuju target bebas rabies 2030.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: rmolsumut.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top