Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi Terima Penghargaan Tokoh Toleransi FKUB, Kota Raih Peringkat 4 IKT 2025

Penulis: Hamzah Effendi  •  Jumat, 25 September 2026 | 07:02:31 WIB
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima penghargaan Tokoh Toleransi dari FKUB Kota Pematangsiantar di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (24/9/2026).

PEMATANGSIANTAR — Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menerima penghargaan Tokoh Toleransi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pematangsiantar. Penyerahan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, dalam acara Silaturahmi Bersama Tokoh Lintas Agama Kota Pematangsiantar, Kamis (24/9/2026).

Wesly hadir didampingi sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pematangsiantar. Penghargaan diberikan dengan mempertimbangkan capaian Kota Pematangsiantar di Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 versi Setara Institute, yang menempatkan kota ini di peringkat kelima. Pada 2025, posisi tersebut disebut meningkat menjadi peringkat keempat.

Kerukunan sebagai Kekuatan Sosial, Bukan Sekadar Slogan

Dalam sambutannya, Wesly menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat yang selama ini menjaga kerukunan di Kota Pematangsiantar. Menurutnya, silaturahmi bersama tokoh lintas agama punya arti penting dalam merawat hubungan antarmasyarakat.

Kerukunan umat beragama, kata Wesly, bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan sosial yang harus dirawat bersama.

"Sejalan dengan tema kita, 'Kerukunan Itu Indah Walaupun Kita Berbeda Agama Tetapi Tetap Rukun, dan Damai untuk Membangun Kota Pematangsiantar'. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memperkuat toleransi," ucap Wesly.

Ia menuturkan Pematangsiantar merupakan kota dengan keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang masyarakat. Keberagaman tersebut, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan.

Wesly Minta Keberagaman Jadi Kekuatan, Bukan Pemisah

Wesly berharap seluruh masyarakat, tanpa memandang agama, suku, etnis, maupun latar belakang, dapat hidup berdampingan secara damai. Ia juga menekankan pentingnya saling menghormati dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.

"Karena itu, prestasi Pematangsiantar sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia harus kita pertahankan dan tingkatkan. Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai perbedaan yang memisahkan. Sehingga Pematangsiantar semakin rukun, inklusif, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," katanya.

Wesly Ikut KPPD Lemhannas Angkatan IV 2026

Selain menerima penghargaan FKUB, Wesly diketahui terpilih sebagai peserta Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Angkatan IV Tahun 2026. Program tersebut diikuti 29 kepala daerah dari berbagai provinsi.

Kegiatan silaturahmi lintas agama ini menjadi salah satu agenda yang mempertemukan pemerintah kota dengan para pemuka agama di Pematangsiantar. FKUB menilai kepemimpinan Wesly berkontribusi pada iklim kerukunan yang terjaga di kota tersebut.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: sinata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top