Pemkot Medan Pertegas Penerapan ASB Lewat FGD, Asisten Ekbang: Bukan Sekadar Dokumen Formalitas

Penulis: Syafruddin Amir  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:43:01 WIB
Pemkot Medan menggelar FGD penguatan penerapan Analisis Standar Belanja di Ruang Rapat III Kantor Walikota Medan, Rabu (12/8/2026).

MEDAN — Pemerintah Kota Medan bergerak memperkuat penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) di seluruh perangkat daerah. Langkah ini diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Rapat III Kantor Walikota Medan pada Rabu (12/8/2026), sebagai wujud nyata komitmen perbaikan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Dalam sambutan yang dibacakan atas nama Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Citra Effendi Capah menyampaikan apresiasi kepada Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan. Dirinya menyebut inisiatif ini bukan sekadar wacana, melainkan telah diwujudkan melalui serangkaian tindakan nyata yang menyeluruh dan berkesinambungan.

Empat Pilar Penguatan ASB di Lingkungan Pemkot Medan

Setidaknya ada empat fokus utama yang ditekankan dalam penguatan ASB kali ini. Pertama, penguatan koordinasi antar-perangkat daerah. Kedua, peningkatan kapasitas aparatur. Ketiga, penyempurnaan dokumen ASB secara berkelanjutan. Keempat, pengawasan yang transparan dan akuntabel agar implementasi berjalan konsisten sesuai ketentuan.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi antar-perangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB secara berkelanjutan, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel agar implementasi ASB berjalan secara konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Citra di hadapan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Asmui Rasyid Marpaung, serta para narasumber dan perwakilan perangkat daerah.

ASB Instrumen Strategis, Bukan Formalitas Administratif

Citra menegaskan bahwa ASB tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen administratif belaka. Menurutnya, ASB merupakan instrumen strategis yang memandu pemerintah daerah dalam memastikan setiap alokasi anggaran disusun secara rasional, terukur, serta berorientasi pada hasil.

“ASB membantu kita memastikan bahwa alokasi anggaran didasarkan pada kebutuhan yang rasional, beban kerja yang terukur, serta target kinerja yang jelas. Penerapan ASB yang tepat akan mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada hasil,” jelas Capah.

Tantangan di Lapangan dan Pentingnya FGD

Diakui masih terdapat sejumlah tantangan teknis dan praktis di lapangan. Perbedaan pemahaman dalam penerapan ASB serta perlunya integrasi dan penyempurnaan data antar-organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Forum FGD ini dinilai krusial sebagai ruang diskusi interaktif untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan merumuskan solusi konkret yang implementatif. Peserta diajak berbagi pengalaman dan memperkuat komunikasi antar-pemangku kepentingan.

“FGD ini hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan komunikasi antar-pemangku kepentingan, serta menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk diterapkan dalam perencanaan dan penganggaran di setiap perangkat daerah,” harapnya.

Akademisi Dilibatkan untuk Samakan Persepsi

Pemkot Medan turut menghadirkan akademisi dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Quality Medan, Dr. Ir. Immanuel Panusunan Tua Panggabean, sebagai narasumber. Diharapkan pemaparan materi yang komprehensif dan sesuai perkembangan regulasi terkini mampu menyamakan pemahaman dan persepsi seluruh OPD mengenai implementasi ASB.

“Saya berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti bersama dalam mengoptimalkan penerapan Analisis Standar Belanja demi mewujudkan tata kelola Pemko Medan yang semakin baik,” pungkasnya.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: harianstar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top