MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan pendistribusian bantuan beras untuk 1,73 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di 33 kabupaten/kota bergulir mulai pekan ini. Bantuan tersebut merupakan paket komplit untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026, dengan rincian 10 kilogram per bulan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto menyebut total beras yang disiapkan untuk program ini mencapai sekitar 52.000 ton. "Setiap penerima manfaat mendapatkan 30 kilogram sekaligus untuk tiga bulan. Penyaluran akan dimulai pekan ini," kata Budi di Medan, Selasa.
Sebelum beras sampai ke tangan warga, Bulog bersama pemerintah kabupaten dan kota tengah melakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas di gudang penyimpanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan beras yang disalurkan layak konsumsi dan sesuai standar yang ditetapkan.
Bantuan pangan ini merupakan bagian dari instruksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton beras tahap kedua secara nasional. Total penerima di seluruh Indonesia mencapai 33,24 juta KPM.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut program ini sebagai jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini juga dirancang untuk memperkuat stabilitas pangan nasional sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan pokok keluarga.
Untuk memastikan pasokan tetap aman selama masa penyaluran, Bulog Sumut tidak hanya mengandalkan stok yang ada. Perusahaan pelat merah ini juga menggenjot penyerapan gabah dari petani di berbagai daerah.
"Untuk memperkuat stok beras di gudang, kami terus melakukan penyerapan gabah dari petani di daerah dan meminta tambahan pasokan dari pusat," ujar Budi Cahyanto.
Saat ini tim Bulog juga tengah fokus pada proses pengemasan beras sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum didistribusikan ke titik-titik penyaluran di seluruh Sumatera Utara.