MEDAN — Rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan diwarnai aksi sosial. Lapas Kelas I Medan menyalurkan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, sebuah langkah yang disebut sebagai penguatan hubungan antara petugas dan masyarakat.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang diharapkan mampu meringankan beban warga. "Kegiatan bakti sosial yang digelar pada Jumat (7/8), merupakan bagian dari rangkaian Semarak HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," ujarnya di Medan, Senin (10/8).
Fonika menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini menjadi simbol bahwa institusi pemasyarakatan hadir sebagai bagian dari ekosistem sosial. "Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kehadiran Pemasyarakatan di tengah masyarakat, tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga turut berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan," kata Fonika.
Melalui kegiatan ini, jajaran Lapas Kelas I Medan ingin menunjukkan bahwa institusi tersebut tidak bekerja dalam ruang tertutup. Interaksi langsung dengan warga sekitar diharapkan dapat mempererat hubungan yang selama ini sudah terjalin.
Peringatan kemerdekaan kali ini, menurut Fonika, menjadi pengingat akan pentingnya nilai kebersamaan. "Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama," tegasnya.
Pembagian paket sembako ini menyasar warga yang tinggal di sekitar kompleks Lapas Kelas I Medan. Langkah ini dinilai strategis karena secara langsung menyentuh komunitas yang berinteraksi sehari-hari dengan lingkungan pemasyarakatan.
Fonika menambahkan bahwa kegiatan ini bukan acara seremonial belaka. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung program-program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Kami akan terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta memperkuat peran Pemasyarakatan agar semakin bermanfaat bagi bangsa dan negara," ujarnya.
Ke depan, Lapas Kelas I Medan berencana melanjutkan program serupa di momen-momen lainnya. Hal ini sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk menjadikan institusi tersebut lebih terbuka dan responsif terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Bantuan yang disalurkan merupakan wujud nyata dari semangat kemerdekaan yang tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.