SUMATERA UTARA — Microsoft Word for Windows 1.1a adalah versi yang menandai tonggak besar di industri perangkat lunak. Program ini menjadi pionir fitur WYSIWYG (What You See Is What You Get), penyisipan grafis, dan tabel di lingkungan Windows—kemampuan yang belum dimiliki pesaingnya seperti WordPerfect yang berbasis DOS. Kini, berkat kerja keras seorang pengembang independen, aplikasi bersejarah ini bisa hidup kembali di mesin modern.
Port x64 ini bukan sekadar emulasi atau tiruan. JMarshall23, pengembang di balik proyek tersebut, menegaskan bahwa hasil karyanya adalah port native yang berfungsi penuh. Ia menggabungkan "source code Word asli beserta sumber dayanya dengan pengganti modern untuk batasan platform 16-bit, memori tersegmentasi, dan Win16". Artinya, aplikasi ini berjalan langsung di arsitektur Windows 11 tanpa lapisan emulasi tambahan.
Salah satu keunggulan Word for Windows 1.1a di zamannya adalah efisiensinya yang luar biasa. Program ini sanggup berjalan mulus di prosesor dengan kecepatan satu digit MHz dan RAM sekecil 1MB. Tentu, komputer modern tidak akan kesulitan menjalankannya—port x64 ini bahkan bisa dianggap sebagai salah satu aplikasi paling ringan yang pernah ada.
Bagi yang penasaran, tidak ada file biner siap pakai yang bisa langsung diunduh. Pengguna harus membangun sendiri port ini dari source code. Berikut perangkat yang wajib disiapkan:
Hal yang tidak biasa dari versi Word ini adalah keputusan Microsoft untuk melepas source code-nya secara utuh ke publik. Kode tersebut kini tersimpan di Computer History Museum (CHM) dan bisa diakses siapa saja. Paketnya berukuran 7MB dan berisi 1.021 file dalam 33 folder, mencakup source code bahasa C, assembly x86, peralatan build, dan dokumentasi lengkap. Dari bahan mentah inilah JMarshall23 memulai proses porting.
Perlu dicatat, lisensi yang melekat pada source code tersebut memiliki batasan tegas. CHM menyatakan lisensi itu "hanya mengizinkan penggunaan non-komersial dan tidak memberi hak untuk melisensikannya kepada pihak ketiga dengan memposting salinan di tempat lain di web". Jadi, port ini murni untuk kepentingan riset dan eksplorasi pribadi, bukan untuk disebarluaskan secara bebas.
Menariknya, JMarshall23 tidak hanya melakukan porting secara harfiah. Ia menambahkan beberapa fitur ekstra yang ditujukan "untuk tujuan riset". Meski tidak dirinci lebih lanjut, penambahan ini kemungkinan berkaitan dengan kemampuan observasi internal—seperti pelacakan memori atau logging—yang berguna bagi mereka yang ingin mempelajari arsitektur perangkat lunak era 1990-an.
Bagi pengguna awam, proyek ini mungkin terasa teknis dan rumit. Namun bagi pengembang, sejarawan teknologi, atau penggemar retrocomputing, port x64 ini adalah jendela langka untuk memahami bagaimana Microsoft membangun fondasi dominasinya di pasar pengolah kata. Word for Windows 1.1a adalah bukti bahwa inovasi perangkat lunak bisa tetap relevan meski usianya sudah melewati seperempat abad.
Ke depannya, akan menarik untuk melihat apakah port ini memicu pengembangan lebih lanjut. Namun satu hal yang pasti: era di mana aplikasi produktivitas bisa berjalan di RAM 1MB adalah pengingat betapa jauh industri teknologi telah melangkah—dan betapa berharganya arsip digital yang dijaga tetap hidup.