Dharma Polimetal Produksi Lokal Fast Charging EV di Indonesia, TKDN Capai 50 Persen

Penulis: Hamzah Effendi  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 06:45:31 WIB
PT Dharma Polimetal Tbk memperkenalkan perangkat fast charging kendaraan listrik produksi dalam negeri dengan TKDN 50 persen di GIIAS 2026.

SUMATERA UTARA — PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) resmi memperkenalkan perangkat pengisian daya kendaraan listrik atau EV charging produksi dalam negeri di GIIAS 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa rantai pasok industri kendaraan listrik di Indonesia tidak lagi berhenti pada perakitan motor atau mobil, melainkan merambah ke infrastruktur pendukungnya.

Kabar ini disampaikan langsung oleh manajemen DRMA dalam konferensi pers di sela-sela pameran. Produk yang dipamerkan kali ini adalah unit fast charging dengan klaim kandungan lokal yang tinggi.

TKDN 50 Persen Jadi Modal Utama

Angka TKDN yang mencapai 50 persen menjadi poin krusial dari produk anyar ini. Dengan komposisi lokal yang lebih dari setengah, DRMA tidak hanya mengejar pasar ritel, tetapi juga membidik proyek-proyek pemerintah dan korporasi yang mensyaratkan penggunaan komponen dalam negeri.

Manajemen DRMA menegaskan bahwa produksi dilakukan di fasilitas pabrik yang berlokasi di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong hilirisasi dan penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Menangkap Peluang di Tengah Pertumbuhan EV

Keputusan DRMA untuk serius di segmen charging station bukan tanpa alasan. Penjualan kendaraan listrik roda dua maupun roda empat di dalam negeri menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Namun, ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai masih menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar.

Dengan memproduksi fast charging secara lokal, DRMA berharap bisa menekan biaya pengadaan perangkat dibandingkan produk impor. Efisiensi ini pada akhirnya diharapkan bisa mempercepat pembangunan stasiun pengisian di berbagai daerah, termasuk di luar Pulau Jawa.

Apa Dampaknya bagi Konsumen dan Industri?

Kehadiran pemain komponen besar seperti DRMA di lini bisnis charging station menambah daftar pemasok dalam negeri. Bagi konsumen, implikasinya cukup jelas: semakin banyak perangkat yang diproduksi lokal, semakin kompetitif harga infrastruktur, dan semakin mudah akses pengisian daya.

Belum ada keterangan resmi mengenai kapasitas daya yang ditawarkan maupun rentang harga per unitnya. DRMA diperkirakan akan merilis detail teknis dan skema pemasaran menyusul setelah pameran GIIAS 2026 berakhir.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top