SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu Dikritik: Fasilitas Rusak dan Minim Alat Kebersihan, Bupati Dairi Diminta Evaluasi Kepala Sekolah

Penulis: Ramli Ahmad  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 12:57:31 WIB
Sejumlah meja dan kursi rusak terlihat di dalam ruang kelas SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi.

DAIRI — Persoalan fasilitas sekolah di Kabupaten Dairi mencuat. Sejumlah guru mengeluhkan kondisi SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu yang dinilai tak terawat. Meja dan kursi belajar yang rusak dibiarkan begitu saja. Alat kebersihan seperti sapu lidi pun tidak pernah disediakan pihak sekolah.

Robinson mendesak Bupati Dairi Vickner Sinaga segera mengevaluasi kinerja Kepala SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu, Saidin Anakampun. Permintaan ini menyusul laporan guru yang menyebut sejumlah pengajuan perbaikan fasilitas tidak mendapat respons memadai dari kepala sekolah.

Guru: Perbaikan Meja Rusak Malah Dibebankan ke Siswa

Seorang guru yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan, usulan perbaikan meja dan kursi patah pernah diajukan kepada kepala sekolah. Namun, alih-alih menggunakan anggaran, Saidin justru meminta para guru dan siswa memperbaiki sendiri.

"Untuk perawatan seperti mobiler yang sering patah, namun ketika pihak guru mengajukan ke kepala sekolah untuk perbaikan malah dijawab, tidak ada uang dan perbaiki bersama siswa. Di sekolah juga tidak pernah ada alat kebersihan kecuali jika ada siswa yang bawa sapu lidi atas nama pelajaran prakarya," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Guru tersebut menambahkan, sapu lidi yang dibawa siswa kerap dianggap sebagai bagian dari tugas prakarya. Kondisi ini membuat lingkungan sekolah tampak kotor dan kurang terawat.

Dana BOS 2024-2025: Rp 52 Juta untuk Pemeliharaan Sarana

Keluhan soal minimnya perawatan fasilitas menjadi sorotan lantaran sekolah tercatat menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pada Tahun Anggaran 2024, SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu mengalokasikan dana pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp52.647.000 pada tahap I dan Rp23.792.000 pada tahap II.

Memasuki Tahun Anggaran 2025, alokasi untuk pos pemeliharaan sarana dan prasarana kembali dianggarkan sebesar Rp42.000.000 pada kegiatan tahap I. Selain itu, terdapat pos administrasi kegiatan sekolah yang mencapai Rp129.411.000 pada 2025.

Anggaran Lomba Siswa Disebut Tak Pernah Disiapkan

Kepala sekolah juga disorot karena kerap beralasan tidak memiliki anggaran untuk membiayai siswa yang mengikuti perlombaan atas nama sekolah. Padahal, dana BOS yang diterima mencakup pos pembelajaran dan ekstrakurikuler, yakni Rp1.721.000 pada tahap I 2024 dan Rp10.541.000 pada tahap I 2025.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Kepala SMP Negeri 1 Siempat Nempu Hulu terkait sejumlah keluhan yang disampaikan para guru. Evaluasi dari Bupati Dairi dinilai penting untuk memastikan pengelolaan dana BOS berjalan sesuai peruntukannya. Fasilitas pendidikan di daerah itu pun diharapkan tetap layak digunakan.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: sinata.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top