200 Mesin Cuci Darah dan PLTS 300 MW Masuk Sumut, Hasil MoU PT PPSU dengan Kedutaan Besar Tiongkok

Penulis: Hamzah Effendi  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 13:49:31 WIB

JAKARTA — Ratusan pasien gagal ginjal di Sumatera Utara bakal terbantu dengan tambahan 200 unit mesin cuci darah yang akan didatangkan melalui kerja sama PT PPSU dengan Kedutaan Besar Tiongkok. Selain itu, PLTS 300 MW ditargetkan memperkuat pasokan listrik hijau di provinsi tersebut. Kedua proyek ini diresmikan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Penuhi Kebutuhan Cuci Darah di Sumut

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menyebut kerja sama ini sebagai wujud kolaborasi pembangunan berkelanjutan. “Semoga kerja sama ini menjadi awal dari semakin banyak investasi yang hadir di Sumatera Utara, terbukanya lapangan kerja baru, serta terciptanya lebih banyak peluang yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bobby usai menyaksikan penandatanganan.

Direktur Utama PT PPSU Ferry Indra menambahkan bahwa perusahaannya telah bertransformasi melalui investasi strategis. “Inisiatif kesehatan dan energi berkelanjutan menjadi peluang untuk bisa melanjutkan kerja sama yang baik. MoU hari ini juga menghasilkan international economic partnership,” kata Ferry.

PLTS 300 MW untuk Target Energi Terbarukan

Pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 300 MW itu diharapkan mendorong bauran energi bersih di Sumut. Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun menekankan bahwa Sumut merupakan daerah prioritas dalam koridor ekonomi Indonesia. Ia mengajak pelaku usaha Tiongkok untuk berinvestasi di Sumut dengan skema private to private.

“Beberapa proyek sudah berjalan di Sumut, tetapi kebanyakan masih dalam konteks government to government (G to G) atau BUMN ke BUMN. Kali ini kita beralih ke private to private melalui governance. Mudah-mudahan ini awal yang baik dalam membuka peluang investasi,” ujar Djauhari.

Forum Investasi Khusus Sumut di Tiongkok Segera Digelar

Perwakilan PT CNEC Engineering Indonesia, Xu Qifei, menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini memperkuat potensi Sumut agar masuk dalam peta kerja sama strategis Indonesia-Tiongkok. Melalui Indonesia-China Partnership Forum, menurutnya, akan terbuka peluang investasi dan kerja sama yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Djauhari juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan digelar forum khusus mengenai Sumut di Tiongkok. Forum serupa sebelumnya telah dilaksanakan untuk beberapa provinsi di Indonesia dengan hasil yang positif. “Semoga ini menjadi awal dari kerja sama yang semakin besar antara Provinsi Sumatera Utara dan Tiongkok,” katanya.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: utamanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top