MEDAN — Sebanyak 29 wilayah di Sumatera Utara masuk dalam daftar daerah yang akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Minggu (26/7). Prakirawan BBMKG Wilayah I Utami Al Khairiyah menyebutkan hujan akan merata mulai pagi hingga malam, dan baru berkurang menjelang dini hari.
Pada pagi hari, hujan ringan diprediksi terjadi di Asahan, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba, Binjai, Gunungsitoli, Medan, Padangsidimpuan, Pematang Siantar, dan Sibolga.
Memasuki siang hingga sore, intensitas hujan meningkat menjadi ringan hingga sedang di hampir seluruh wilayah Sumatera Utara. Kondisi ini berlanjut hingga malam hari. Baru pada dini hari hujan mulai berkurang, namun potensi hujan ringan masih ada di Asahan, Batubara, Deli Serdang, Langkat, Nias Selatan, Nias Utara, Simalungun, Binjai, Medan, dan Tanjungbalai.
Suhu udara diperkirakan berkisar 13–33 derajat Celsius dengan kelembaban 60–100 persen. Angin bertiup dari barat ke timur laut dengan kecepatan 3–15 kilometer per jam.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor," kata Utami Al Khairiyah.
Imbauan ini disampaikan menyusul pola cuaca yang masih labil di sebagian besar Sumatera Utara. Warga di daerah rawan longsor dan banjir diminta memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
Tak hanya daratan, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan juga memperingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumut pada 26 hingga 29 Juli 2026. Prakirawan Rizki Fadhillah Pratama Putra menyebutkan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di perairan timur dan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, serta Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 8–30 knot, sementara di selatan dari timur ke tenggara dengan kecepatan 8–25 knot. Nelayan dan operator kapal kecil diimbau waspada terhadap ketinggian gelombang yang bisa membahayakan pelayaran.