Standard Chartered Pasang Target Harga Aave USD 3.500 pada 2030, Optimistis DeFi Bangkit dari Insiden April

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 22:14:32 WIB
Standard Chartered menetapkan target harga Aave USD 3.500 pada 2030 dengan outlook positif terhadap DeFi.

Standard Chartered menjadi institusi keuangan besar pertama yang memberikan rating beli untuk Aave. Dalam laporan yang dirilis pekan ini, Geoff Kendrick, kepala riset aset digital di bank tersebut, menyebut Aave telah melewati masa kritis pasca-insiden peretasan KelpDAO pada April 2025.

Pulih dari "Guncangan April" yang Menguras USD 230 Juta

Insiden itu bermula ketika peretas mengeksploitasi jembatan rsETH milik KelpDAO dan menggunakan sekitar USD 290 juta token curian sebagai agunan di Aave untuk meminjam aset riil. Aave sempat menghadapi potensi kerugian hingga USD 230 juta, memicu kepanikan penarikan deposito besar-besaran.

"Kami pikir Aave telah melewati insiden pencurian siber April itu karena aset mulai kembali ke platform," ujar Kendrick dalam laporannya. Protokol ini disebutnya tetap mempertahankan dominasi di pasar pinjaman onchain.

Aset Tokenisasi Diprediksi Tumbuh 37 Kali Lipat

Optimisme Standard Chartered tak hanya soal pemulihan. Kendrick memperkirakan nilai aset tokenisasi yang aktif digunakan dalam aplikasi DeFi akan meningkat 37 kali lipat pada akhir dekade ini. Karena model pendapatan Aave terkait erat dengan aktivitas pinjaman dan deposito, pertumbuhan itu diproyeksikan langsung mendongkrak harga token AAVE.

Pada puncaknya di Oktober 2025, protokol ini menampung deposito sekitar USD 75 miliar — angka yang menurut Kendrick akan menempatkan Aave di jajaran 30 bank terbesar di Amerika Serikat. Ia menyebut Aave sebagai "bank otomatis berbasis blockchain" yang beroperasi tanpa karyawan atau keputusan diskresioner.

Katalis Baru: Buyback Token dan Ekspensi ke Aset Dunia Nyata

Laporan itu juga menyoroti potensi dimulainya kembali program pembelian kembali (buyback) token Aave sebagai katalis harga tambahan. Inisiatif bernama Horizon, yang dirancang untuk mendukung pinjaman terhadap aset dunia nyata yang ditokenisasi dalam lingkungan berizin, dinilai bisa menarik institusi keuangan tradisional dan mempercepat adopsi.

Meski pasar kripto secara keseluruhan masih lemah dalam beberapa pekan terakhir, Kendrick menilai latar belakang harga aset digital mulai membaik. "Aave diperkirakan menjadi salah satu yang diuntungkan saat modal kembali ke DeFi," tulis laporan itu.

Volume Perdagangan DeFi Justru Terkontraksi

Data terbaru menunjukkan kontradiksi: volume perdagangan di bursa kripto turun 3,45% pada Mei menjadi USD 4,41 triliun — level terendah sejak September 2024. Namun, volume kontrak berjangka abadi untuk aset dunia nyata (RWA) justru naik 10,4% dan mencetak rekor tertinggi baru. Ini mengindikasikan bahwa minat institusional pada aset tokenisasi justru meningkat meskipun pasar spot lesu.

Aave diperdagangkan di kisaran USD 76 pada Kamis (19/6), naik 5,6% dalam 24 jam terakhir. Target Standard Chartered sebesar USD 3.500 pada 2030 berarti token harus menguat rata-rata sekitar 47% per tahun selama enam tahun ke depan — target yang oleh sebagian analis dianggap terlalu optimistis mengingat volatilitas sektor ini.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: coindesk.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top