Pembiayaan Motor Listrik MUF Tumbuh 17,2% per Juli 2026, Skema MOLINAS Jadi Pendorong

Penulis: Hamzah Effendi  •  Senin, 21 September 2026 | 17:06:31 WIB
Pembiayaan motor listrik MUF tumbuh 17,2 persen secara year on year hingga Juli 2026.

SUMATERA UTARA — Mandiri Utama Finance mencatat pembiayaan motor listrik tumbuh 17,2 persen secara year on year hingga Juli 2026. Angka itu menunjukkan adopsi kendaraan listrik roda dua masih punya ruang berkembang, terutama setelah skema Ekosistem Motor Listrik Nasional menawarkan uang muka lebih terjangkau. Perusahaan pembiayaan tetap menekankan penguatan ekosistem dan manajemen risiko sebagai syarat ekspansi.

"Hingga Juli 2026, pembiayaan motor listrik di MUF tumbuh 17,2% YoY," ujar Reza.

Angka tersebut menegaskan bahwa segmen kendaraan listrik roda dua bukan lagi ceruk kecil bagi perusahaan pembiayaan. MUF menilai permintaan tetap terjaga seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap motor listrik.

Skema MOLINAS dan Uang Muka Lebih Terjangkau

Reza menyebut skema Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) dengan uang muka yang lebih terjangkau sebagai salah satu faktor pendorong percepatan adopsi. Skema itu dinilai memangkas salah satu hambatan utama konsumen, yakni biaya awal kepemilikan.

"MUF melihat prospek pembiayaan kendaraan listrik ke depan akan tetap positif. Skema DP yang lebih terjangkau tentunya dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan adopsi motor listrik di masyarakat," katanya.

Bagi konsumen, DP yang lebih ringan berarti cicilan bulanan bisa lebih mudah disesuaikan dengan kemampuan. Namun, MUF tidak menyebut angka DP spesifik maupun tenor yang ditawarkan dalam skema tersebut.

Ekosistem Jadi Penentu, Bukan Cuma Soal Harga

Pertumbuhan pembiayaan motor listrik tidak bisa berdiri sendiri. Reza menekankan perlunya penguatan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari perusahaan pembiayaan, asuransi, perbankan, hingga infrastruktur pendukung.

"Namun, hal ini perlu didukung oleh penguatan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh, termasuk perusahaan pembiayaan, asuransi, perbankan, serta infrastruktur pendukung," jelasnya.

Infrastruktur pengisian daya dan jaringan servis menjadi bagian yang menentukan apakah pertumbuhan pembiayaan bisa berlanjut. Tanpa keduanya, insentif uang muka berpotensi kehilangan daya tarik dalam jangka panjang.

MOLINAS Dinilai Buka Ruang Inovasi Pembiayaan

MUF melihat MOLINAS sebagai pasar yang menarik karena berpotensi mendorong inovasi produk pembiayaan. Peluang itu mencakup skema cicilan yang lebih fleksibel hingga paket yang disesuaikan dengan pola pemakaian harian pengguna motor listrik.

"MUF melihat Molinas sebagai pasar yang menarik dan memiliki potensi untuk mendorong inovasi pembiayaan. Tantangannya adalah bagaimana mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik," ujarnya.

Prinsip kehati-hatian menjadi catatan penting. Ekspansi pembiayaan di segmen kendaraan listrik tetap harus memperhitungkan risiko kredit, nilai residu baterai, dan perilaku pembayaran konsumen.

Yang Perlu Dicermati Konsumen

Pertumbuhan 17,2 persen menunjukkan minat pasar nyata, tetapi angka itu belum otomatis berarti motor listrik menjadi pilihan utama. Konsumen tetap perlu membandingkan total biaya kepemilikan, termasuk harga baterai pengganti dan ketersediaan bengkel resmi di kotanya.

MUF belum mengungkap target pembiayaan motor listrik hingga akhir 2026 maupun proyeksi pertumbuhan untuk tahun berikutnya. Yang jelas, arah kebijakan DP lebih terjangkau lewat MOLINAS akan menjadi variabel yang menentukan laju pembiayaan di bulan-bulan berikutnya.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: wartaekonomi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top