Zillow dan Redfin Akhiri Gugatan FTC, Redfin Wajib Kembali Jual Iklan Sewa

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:09:01 WIB
Redfin dan Zillow mencapai kesepakatan damai dengan FTC terkait gugatan antitrust pada Senin pagi.

SUMATERA UTARA — Kesepakatan itu diumumkan pada Senin pagi, tepat saat kasus ini dijadwalkan memasuki persidangan. FTC dan jaksa agung dari Arizona, Connecticut, New York, Virginia, dan Washington menuding kemitraan tersebut melanggar aturan antitrust.

Kronologi Kemitraan yang Bermasalah

Kasus ini berakar dari perjanjian tahun lalu di mana Redfin setuju menampilkan listing sewa milik Zillow di situsnya, alih-alih bersaing langsung memperebutkan pengiklan sewa. Padahal, Redfin memiliki Rent.com dan ApartmentGuide.com, dua platform listing sewa besar.

Menurut FTC, Zillow membayar Redfin US$ 100 juta agar tidak bersaing dengan Zillow. Perjanjian ini berpotensi menahan Redfin keluar dari bisnis iklan sewa hingga sembilan tahun.

Pembelaan Perusahaan dan Argumen FTC

Kedua perusahaan membela kemitraan ini sebagai cara memberi penyewa akses ke kumpulan listing yang lebih besar. Namun FTC berpendapat, Zillow membayar salah satu pesaing terbesarnya untuk berhenti berkompetisi. Dampaknya, Zillow bisa menaikkan harga dan memberikan persyaratan yang kurang menguntungkan bagi manajer properti, serta menurunkan kualitas listing sewa bagi konsumen.

Isi Kesepakatan Damai

Dalam penyelesaian yang diusulkan, Redfin diwajibkan kembali memasuki bisnis iklan sewa. Perintah ini juga menghapus pembatasan yang sebelumnya membatasi kemampuan Redfin bersaing secara independen untuk pelanggan manajemen properti.

Kesepakatan ini tidak sepenuhnya mengakhiri hubungan kedua perusahaan. Redfin masih boleh menampilkan listing sewa Zillow, tetapi kini dapat menjual iklan, menampilkan listing dari kliennya sendiri, dan mengejar pelanggan sewa baru tanpa diwajibkan berbagi informasi bisnis sensitif dengan Zillow.

Konteks Antitrust yang Lebih Luas

Kasus Zillow-Redfin ini muncul beberapa bulan setelah penyelesaian DOJ dengan Ticketmaster, kasus antitrust lain yang melibatkan tuduhan perusahaan dominan menekan persaingan. Namun, 26 dari 30 jaksa agung negara bagian yang awalnya menggugat Live Nation bersama DOJ memilih melanjutkan tuntutan dan memenangkan gugatan mereka pada April.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top