Gubsu Bobby Resmi Luncurkan BRT Mebidang di Deli Serdang, Target Sekali Bayar Terintegrasi Mulai 2027

Penulis: Hamzah Effendi  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:56:01 WIB
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meluncurkan layanan BRT Mebidang di Terminal Lubukpakam, Deli Serdang, Rabu (19/8/2026).

DELISERDANG — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meluncurkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) di Terminal Lubukpakam, Rabu (19/8/2026). Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya uji coba transportasi massal yang menghubungkan tiga kawasan metropolitan tersebut.

Bobby menegaskan penyediaan transportasi umum adalah tanggung jawab pemerintah yang tidak bisa digeser perannya. Menurutnya, tingginya penggunaan kendaraan pribadi selama ini menunjukkan layanan transportasi publik yang belum optimal.

"Pemerintah sebenarnya menyiapkan transportasi umum. Jangan digeser perannya," kata Bobby dalam sambutannya.

Target Integrasi Pembayaran dan Jadwal Operasi Penuh

Gubernur meminta program ini tidak berhenti pada peluncuran armada semata. Ia mendorong integrasi seluruh layanan transportasi di kawasan Mebidang, termasuk sistem pembayaran yang bisa dipakai di semua koridor.

"Jadi kita inginnya mau ke Binjai, mau ke Deli Serdang maupun ke mana pun, bayarnya sekali saja. Nanti masalah pindah-pindah bus karena mungkin koridornya berbeda-beda," ujarnya.

Target integrasi tersebut diharapkan mulai terlihat pada 2027. Dengan begitu, penumpang yang berpindah bus tidak perlu membayar ulang, persis seperti sistem Busway di Jakarta.

Armada Bus Listrik dan Skema Pengoperasian

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yudha P Setiawan menyebut armada akan terus ditambah hingga mencapai 30 bus listrik pada 8 Desember 2026. Sebanyak 13 bus melayani Koridor 1 Teladan-Terminal Lubukpakam, 14 bus untuk Koridor 2 Simpang Barat-Binjai, dan tiga unit disiapkan sebagai cadangan.

Layanan ini memakai skema Buy The Service (BTS), di mana pemerintah membayar operasional berdasarkan jarak tempuh dan standar pelayanan minimum. Skema ini membuat pengemudi tidak perlu mengejar jumlah penumpang, melainkan fokus pada ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan.

Tarif Rp4.300 dan Fasilitas Pendukung

Setelah beroperasi penuh, tarif BRT Mebidang ditetapkan Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 untuk kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Pemprov Sumut juga menyiapkan 121 titik pemberhentian baru, terdiri dari 68 titik pada lintasan Teladan-Terminal Lubukpakam dan 53 titik pada lintasan Simpang Barat-Binjai. Aplikasi Trans-Sumut diluncurkan untuk membantu masyarakat mengecek rute, memantau posisi bus secara real-time, serta mendaftar tarif khusus.

Kemacetan Medan Capai 54 Persen, BRT Jadi Solusi

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir menyebut BRT Mebidang merupakan proyek percontohan pengembangan transportasi publik bersama kawasan Bandung Raya. Berdasarkan data TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan Medan mencapai 54,02 persen.

"Pembangunan BRT bukan semata proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi, serta masa depan perkotaan yang lebih hijau," kata Muiz.

Ke depan, pengelolaan BRT Mebidang akan diarahkan menuju badan usaha milik daerah (BUMD) bersama yang melibatkan Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemko Binjai, dan Pemkab Deli Serdang. Bobby berharap kolaborasi ini menjadikan transportasi umum pilihan utama warga sekaligus penanda kawasan metropolitan yang berkembang.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: harianstar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top