MEDAN — Bobby Nasution meninjau langsung kondisi seorang murid SMA Negeri 1 Berastagi yang dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSU Haji Medan, Sabtu (15/8). Pasien tersebut merupakan satu dari puluhan korban keracunan yang dirujuk dari Kabanjahe, Karo, setelah kondisinya mengalami penurunan kesadaran.
Gubernur menyebut pasien ini memiliki gejala paling berat dibandingkan ratusan murid lainnya yang ikut terdampak. "Kondisi adik kita ini lebih parah ya dibandingkan teman-teman yang lain. Awalnya dirawat di Kabanjahe, namun dirujuk ke sini karena memang kondisinya pas di sana sempat mengalami penurunan kesadaran," ujar Bobby usai menjenguk pasien.
Bobby mengaku telah berbincang langsung dengan orang tua pasien asal Karo tersebut. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mengawal proses perawatan hingga tuntas tanpa batas waktu.
"Di sini pokoknya kami usahakan, kami tadi janji sampai pulih. Minta orang tua tadi, kalau bisa benar-benar dipulihkan total. Tadi estimasi dari dokternya mungkin dua sampai tiga hari lagi," jelas Bobby usai menjenguk pasien.
Bobby menambahkan, seluruh biaya perawatan dan penanganan medis korban keracunan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution menjelaskan, pasien tiba di rumah sakit pada Jumat (14/8) pukul 13.30 WIB. Tim medis langsung melakukan pemantauan ketat karena pasien mengeluhkan nyeri hebat pada bagian perut yang datang secara berulang.
"Merasa kesakitan dari perutnya itu. Sebelum begitu lah, rasa nyeri, nyeri, nyeri sekali. Terus ditambah analgesiknya dari dokter, disuntikkan baru dia tenang. Setengah jam sekali begitulah, kalau nyeri yang terlalu hebat," kata Yulinda.
Tim medis berencana melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk memantau perkembangan kondisi pasien. "Kita masih mau periksa lab-nya lagi lebih lanjut, kan baru diperiksa dari sana, mungkin besok kita ada hasil lab yang baru," tutur Yulinda.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat total 361 murid terdampak keracunan massal yang terjadi di Berastagi, Kamis (13/8). Para korban tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan di dua kabupaten/kota.
Rinciannya, 270 pasien menjalani rawat inap, 89 pasien rawat jalan, satu pasien dirawat di rumah sakit di Medan, dan satu pasien lainnya dirawat di RSU Haji Medan. Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh menu MBG yang disantap para siswa pada hari kejadian.