MEDAN — Kepala BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyampaikan hasil pemantauan 24 jam pada 15 Oktober 2026 menemukan tiga titik panas kategori sedang di Sumut. Titik panas itu tersebar di Kabupaten Asahan dan Kabupaten Padang Lawas Utara.
Pemantauan citra satelit sehari berselang mendeteksi sebaran asap di seluruh wilayah provinsi. Dari analisis angin, massa asap bergerak dari arah timur tenggara menuju barat laut utara.
Asap Kiriman, Bukan Karhutla Lokal
Pola pergerakan angin itu mengindikasikan asap di Sumut berasal dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Massa asap terbawa pergerakan angin melintasi provinsi.
"Namun demikian, penentuan sumber asal asap secara pasti memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya," jelas Hendro Nugroho.
Dengan kata lain, tiga titik panas yang terdeteksi di Asahan dan Padang Lawas Utara belum bisa dipastikan sebagai penyebab utama kabut asap yang menyelimuti provinsi.
Jarak Pandang Turun Jadi 1-3 Kilometer
Pengamatan di Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit pada 16 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB menunjukkan penurunan jarak pandang. Jarak pandang berkisar antara 1 hingga 3 kilometer.
Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut berada dalam kategori sedang berdasarkan pemantauan hari yang sama. Kategori sedang berarti tingkat polusi masih dapat ditoleransi kelompok sensitif, tetapi tetap perlu kewaspadaan.
"Kondisi (kabut asap) ini, diprakirakan masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan," kata Hendro Nugroho.
Imbauan untuk Pengendara dan Warga
BMKG meminta masyarakat di wilayah dengan jarak pandang rendah berhati-hati saat berkendara. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.
"Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap," sebut Hendro Nugroho.
Warga yang hendak beraktivitas pagi disarankan memeriksa kondisi pandang di sekitar rumah sebelum berkendara. Kabut asap biasanya lebih pekat pada dini hari hingga pagi.
Kepala Daerah Diminta Koordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri
Hendro Nugroho juga mengingatkan para kepala daerah agar berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat. Koordinasi diperlukan untuk mengantisipasi dampak sebaran asap dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Langkah itu penting karena kabut asap berdampak lintas sektor, mulai dari transportasi darat dan udara hingga kesehatan warga. Bandara Kualanamu dan Silangit termasuk lokasi pengamatan yang mencatat penurunan jarak pandang.
BMKG akan terus memperbarui hasil pemantauan titik panas dan sebaran asap selama kondisi ini berlangsung. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah setempat.