Pencarian

Tim UI dan UNAR Gelar Program Marsiadapari Tandihat 2026, Pulihkan Psikososial Anak Pascabencana di Tapanuli Selatan

Jumat, 25 September 2026 • 07:01:32 WIB
Tim UI dan UNAR Gelar Program Marsiadapari Tandihat 2026, Pulihkan Psikososial Anak Pascabencana di Tapanuli Selatan
Tim gabungan UI dan UNAR mendampingi anak-anak terdampak bencana di Huntara Desa Tandihat, Tapanuli Selatan.

TAPANULI SELATAN — Sebanyak 26 personel gabungan dari Universitas Indonesia dan Universitas Aufa Royhan diterjunkan ke Huntara Desa Tandihat untuk mendampingi anak-anak terdampak bencana. Tim dipimpin Assoc. Prof. Dr. Hendra Kaprisma, dosen Fakultas Ilmu Budaya UI, dengan komposisi 14 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan UI, 2 alumni UI dari FIB dan FIK, serta 10 mahasiswa UNAR.

Rangkaian kegiatan lapangan mencakup literasi pendidikan, pendampingan psikososial, layanan kesehatan, dan bakti sosial. Tim juga diperkuat tiga dosen FIK UI, yakni Ns. La Ode Abdul Rahman, Ns. Indah Permata Sari, dan Ns. Astuti.

Koordinasi Lintas Kampus Sebelum Turun ke Lokasi

Sebelum menuju Tandihat, tim lebih dulu berkunjung ke kampus UNAR untuk menyelaraskan rencana program. Kedatangan mereka disambut Rektor Universitas Aufa Royhan, Assoc. Prof. Dr. Anto, SKM., M.Kes., MM.

"Perjalanan jauh dari Depok menuju Sumatera Utara merupakan wujud nyata kebersamaan. Ketika mahasiswa Universitas Indonesia hadir di kampus kami, kita telah terikat sebagai satu keluarga. Demikian pula sebaliknya, saat civitas akademika UNAR bertandang ke UI ataupun dalam setiap agenda kerja sama ke depan, kita adalah satu ikatan persaudaraan yang saling menguatkan," ujar Anto.

Setibanya di Huntara Tandihat, tim diterima Kepala Desa Tandihat Saban Yuharja Siregar, S.Sos., bersama tokoh masyarakat dan unsur kelembagaan setempat.

"Kami saling mendukung dan menyambut baik program yang dibawa oleh Universitas Indonesia untuk masyarakat Tandihat," kata Saban Yuharja Siregar.

Mengapa Anak Pascabencana Jadi Prioritas Pendampingan

Pengalaman bencana memengaruhi rasa aman, proses belajar, interaksi sosial, serta kemampuan anak mengenali dan mengekspresikan emosi. Pendampingan dirancang dengan pendekatan suportif, edukatif, kreatif, interaktif, dan berpusat pada anak.

Sasaran akhirnya bukan hanya pemulihan psikososial. Tim juga berupaya menciptakan lingkungan yang membuat anak kembali belajar, bermain, berkomunikasi, dan membangun harapan.

UI Sebut Pemulihan Tak Cukup Bangun Fisik

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia, Dr. L.G. Saraswati Putri, menegaskan kehadiran UI melalui Marsiadapari Tandihat adalah bagian dari komitmen perguruan tinggi mendampingi masyarakat pascabencana.

"Marsiadapari Tandihat merupakan wujud nyata komitmen Universitas Indonesia untuk hadir dan berjalan bersama masyarakat dalam situasi sulit. Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali lingkungan fisik, tetapi juga dengan memulihkan rasa aman, kepercayaan diri, semangat belajar, dan hubungan sosial masyarakat, terutama anak-anak," ujarnya.

Program ini berada di bawah naungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI dan didukung Ikatan Alumni Universitas Indonesia. Kolaborasi melibatkan UI, Iluni UI, UNAR, pemerintah daerah, masyarakat, serta para mitra sponsor.

Nama Marsiadapari dipilih untuk merepresentasikan semangat kebersamaan dan saling membantu. Dalam pelaksanaannya di Tandihat, masyarakat ditempatkan sebagai mitra dalam proses pemulihan, bukan sekadar penerima manfaat.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediasulawesi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks