Pencarian

Bank Sumut Raih Penghargaan OJK Sumut sebagai Bank Teraktif Literasi Keuangan ke Sekolah

Kamis, 24 September 2026 • 09:31:01 WIB
Bank Sumut Raih Penghargaan OJK Sumut sebagai Bank Teraktif Literasi Keuangan ke Sekolah
Bank Sumut menerima penghargaan Bank Goes to School dari OJK Sumut sebagai bank teraktif dalam literasi keuangan ke sekolah.

MEDAN — Penghargaan Bank Goes to School diberikan OJK Sumut setelah menilai pelaksanaan program literasi keuangan sepanjang 2025. Bank Sumut terpilih di antara nominasi yang juga diikuti Bank BJB dan Bank DKI.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menilai apresiasi OJK menjadi dorongan bagi perseroan untuk memperkuat literasi keuangan sejak usia dini. Menurutnya, literasi keuangan tidak sekadar mengenalkan produk perbankan, tetapi membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak di tengah perkembangan layanan keuangan digital.

"Kami ingin pelajar tidak hanya mengenal perbankan, tetapi juga memahami pentingnya menabung, mengelola uang, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara bertanggung jawab," ujar Heru.

162 Kegiatan Literasi di 143 Sekolah

Selama periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026, Bank Sumut menyelenggarakan 162 kegiatan literasi keuangan melalui kolaborasi dengan 143 sekolah dan dukungan 68 unit kantor.

Program tersebut menjangkau 208 satuan pendidikan. Rinciannya, 77 sekolah dasar, 71 SMP, 51 SMA/SMK, serta 9 taman kanak-kanak atau sederajat.

Heru menegaskan program literasi akan terus diperluas melalui sinergi dengan OJK, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan. Peningkatan literasi keuangan dinilainya sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk masyarakat yang lebih cakap mengambil keputusan finansial.

Literasi Keuangan Sumut Lampaui Rata-rata Nasional

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Triyoga Laksito menyampaikan penghargaan Bank Goes to School merupakan bagian dari penilaian OJK atas pelaksanaan program literasi keuangan sepanjang 2025.

Literasi disebutnya sebagai mandat penting bagi seluruh pelaku industri jasa keuangan seiring semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.

"Lembaga jasa keuangan tidak hanya memberikan layanan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kewajiban menjalankan program literasi dan edukasi agar produk keuangan dipahami serta dimanfaatkan secara tepat," katanya.

Triyoga mengungkapkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat Sumatera Utara mencapai 71,57%. Capaian itu melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 69,57%.

Menurutnya, angka tersebut merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara OJK dan industri jasa keuangan dalam memperluas literasi kepada masyarakat. OJK akan terus memantau perkembangan indeks literasi dan inklusi keuangan sebagai indikator efektivitas berbagai program literasi yang dijalankan di daerah.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: topmetro.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks