Pencarian

Bobby Nasution Beri Ultimatum Enam BUMD Sumut: Kinerja Membaik atau Digabung ke Holding Hingga 2027

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:49:01 WIB
Bobby Nasution Beri Ultimatum Enam BUMD Sumut: Kinerja Membaik atau Digabung ke Holding Hingga 2027
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan arahan kepada jajaran direksi dan karyawan BUMD di halaman Kantor PT Bank Sumut, Medan, Sabtu (23/8/2026).

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution membuka ruang kolaborasi sekaligus memberikan peringatan tegas kepada enam BUMD di lingkungan Pemprov Sumut. Target perbaikan kinerja diberikan hingga akhir 2027, dan apabila tidak tercapai, opsi penggabungan perusahaan pelat merah dalam satu holding akan ditempuh.

Pernyataan itu disampaikan Bobby di hadapan jajaran direksi dan karyawan BUMD saat melepas sekitar 4.000 peserta Semarak Fun Walk bertajuk "Satu Langkah, Satu Kolaborasi" di halaman Kantor PT Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (23/8/2026).

Bank Sumut Ditargetkan Naik Kelas pada Akhir 2027

Bobby secara khusus menyoroti PT Bank Sumut. Ia meminta bank milik pemerintah daerah itu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat jenjang karier internal pegawai.

"Kami akan support PT Bank Sumut. Jenjang karier, target, dan kinerja harus terus ditingkatkan. Target kita, pada akhir 2027 Bank Sumut bisa naik kelas," ujarnya.

Skema Holding Jadi Solusi bagi BUMD yang Tidak Berkembang

Di luar Bank Sumut, Gubernur menyoroti sejumlah BUMD yang dinilai belum optimal menjalankan fungsi pelayanan. Ia mencontohkan ketimpangan aset dan modal yang dialami beberapa perusahaan daerah, seperti PD Dirga Surya yang hanya memiliki sekitar lima pegawai, serta PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) yang mengalami kondisi serupa.

"Contohnya Dirga Surya, pegawainya hanya sekitar lima orang. AIJ juga demikian. Ada BUMD yang asetnya besar tetapi tidak memiliki uang. Sebaliknya, ada yang uangnya banyak tetapi asetnya tidak ada," jelas Bobby.

Menurutnya, ketimpangan sumber daya inilah yang menjadi dasar perlunya kolaborasi. Jika penggabungan dinilai lebih efektif untuk kepentingan masyarakat, Pemprov Sumut tidak akan ragu mengambil langkah tersebut.

"Kalau sampai 2027 pelayanan kepada masyarakat tidak bisa dioptimalkan, tentu harus ada peningkatan. Kalau tidak bisa, kita akan satukan, kita gabungkan dalam holding," tegasnya.

Fun Walk 4.000 Peserta Jadi Awal Kolaborasi Antarpelat Merah

Kegiatan yang diikuti ribuan karyawan ini disebut bukan sekadar seremonial. Direktur Utama PD AIJ Sumut, Swangro Lumban Batu, mengungkapkan bahwa acara tersebut berawal dari komunikasi informal antarpimpinan BUMD.

"Ini lahir dari kopi santai. Dari situ lahirlah Fun Walk dengan kurang lebih 4.000 peserta gabungan enam BUMD di Sumut. Ini bukan seremonial, tetapi kekeluargaan kami sebagai BUMD," kata Swangro saat mewakili enam direktur BUMD.

Dalam kesempatan itu, para pimpinan BUMD juga membacakan Deklarasi Komitmen Kolaborasi BUMD Sumut. Isi deklarasi tersebut memuat komitmen untuk membangun kolaborasi sumber daya serta meningkatkan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Sumatera Utara.

Kegiatan turut dihadiri Pj Sekretaris Daerah Timur Tumanggor, jajaran dewan komisaris dan dewan pengawas BUMD, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: intipos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks