Pencarian

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi Yakin Sinergi TPID, TP2DD, dan TPAKD Jaga Inflasi dan Perkuat Ekonomi Daerah

Rabu, 19 Agustus 2026 • 12:43:02 WIB
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi Yakin Sinergi TPID, TP2DD, dan TPAKD Jaga Inflasi dan Perkuat Ekonomi Daerah
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi memimpin rapat koordinasi bersama Bank Indonesia dan perbankan untuk memperkuat sinergi TPID, TP2DD, dan TPAKD.

PEMATANGSIANTAR — Sinergi tiga lembaga strategis dinilai menjadi fondasi utama menjaga perekonomian Kota Pematangsiantar tetap stabil di tengah tekanan inflasi nasional. Wali Kota Wesly Silalahi menyebut TPID, TP2DD, dan TPAKD bukan bekerja sendiri-sendiri, melainkan satu kesatuan ekosistem kebijakan yang saling memperkuat.

“Ketiganya adalah ekosistem kebijakan yang saling memperkuat dalam membangun perekonomian daerah yang stabil, inklusif, efisien, dan berdaya saing,” ujar Wesly dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, serta jajaran perangkat daerah dan perbankan.

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Dominasi Sektor Perdagangan

Keyakinan Wesly didasari data terbaru yang dirilis Kantor Perwakilan BI. Pada Triwulan I 2026, perekonomian Kota Pematangsiantar tercatat tumbuh menguat, ditopang sektor perdagangan besar yang menjadi penyumbang pangsa terbesar dengan kontribusi 30,3 persen dan tumbuh 7,4 persen.

Sektor industri pengolahan menyusul dengan pangsa 16,6 persen (tumbuh 0,6 persen), konstruksi 9,0 persen (tumbuh 6,0 persen), serta transportasi dan pergudangan 7,8 persen (tumbuh 7,4 persen). Angka ini menunjukkan aktivitas distribusi dan jasa di kota tersebut berjalan dinamis.

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Mesin Utama, Digitalisasi Jadi Pendorong Efisiensi

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga mendominasi dengan pangsa 58,6 persen dan tumbuh 3,80 persen. Ini menandakan daya beli masyarakat kelas menengah Pematangsiantar masih terjaga. Pembentukan modal tetap bruto menyusul dengan pangsa 22,6 persen (tumbuh 0,89 persen), diikuti konsumsi pemerintah 10,8 persen (tumbuh 3,24 persen).

Wesly meminta seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, hingga dunia usaha, memperkuat kolaborasi. Menurutnya, percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui TP2DD akan membuat pengelolaan keuangan lebih transparan dan efisien, sekaligus memperluas akses keuangan bagi masyarakat lewat TPAKD.

“Perkuat sinergi dan kerja sama ini agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Apa Langkah Konkret Selanjutnya?

Rapat tingkat tinggi ini menjadi ajang konsolidasi data dan strategi antara pemkot, BI, serta perbankan. Dengan data pertumbuhan yang solid, fokus berikutnya adalah memastikan program digitalisasi transaksi dan perluasan akses keuangan berjalan di lapangan, sehingga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan beriringan hingga akhir tahun.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks