DELISERDANG — Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya melepas penerbangan pesawat modifikasi cuaca di Terminal Kargo Bandara Kualanamu. Operasi dijalankan atas instruksi Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.
Setiap penerbangan membawa sekitar satu ton NaCl dengan durasi terbang sekitar dua jam. BPBD Sumatera Utara menjadwalkan penyemaian berlangsung tiga hari ke depan, dua kali sehari.
Penyemaian tidak bisa dilakukan sembarangan. Pesawat harus lebih dahulu menemukan awan dengan kondisi atmosfer yang mendukung sebelum menaburkan bubuk NaCl.
“Awalnya memang kita berharap penerbangan dan penyebaran bubuk natrium klorida (NaCl) ini di wilayah Medan dan sekitarnya. Tetapi ternyata tidak semudah itu, karena pesawat harus mencari keberadaan awan sebelum menaburkan bubuk NaCl,” kata Surya.
Karena itu, pelaksanaan penerbangan belum tentu langsung memicu hujan di wilayah sasaran awal. Keberhasilan operasi bergantung pada ketersediaan awan yang sesuai untuk disemai.
Wilayah Medan, Binjai, Deliserdang, dan sekitarnya dipilih sebagai lokasi awal penyemaian. Setelah itu, operasi direncanakan berlanjut ke daerah lain sesuai kondisi yang memungkinkan.
“Jadi sesuai perintah Pak Gubernur, bahwa lokasi pilihannya pertama adalah wilayah Medan-Binjai-Deliserdang dan sekitarnya. Selanjutnya akan ke daerah lain,” ujar Surya.
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Utara mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. Dalam dua hari terakhir, sejumlah jadwal penerbangan dilaporkan tertunda akibat jarak pandang yang terbatas.
Kabut asap diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Surya berharap penyemaian awan menghasilkan hujan sehingga gangguan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan, bisa diminimalkan.
“Sesuai perintah Pak Gubernur, ini kita terbangkan pesawat untuk menebar bubuk NaCl sebanyak dua kali dalam satu hari. Mudah-mudahan langkah ini efektif menghilangkan kabut asap akibat karhutla,” katanya.
Kepala BPBD Sumatera Utara Tuahta Saragih menyebut operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung selama tiga hari. Penerbangan dijadwalkan dua kali sehari dengan muatan sekitar satu ton NaCl per penerbangan.