MEDAN — Ketua Umum Pengurus Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Sumut, Arif Fadhillah, menyatakan pihaknya mengambil alih posisi tuan rumah setelah Bengkulu mundur. Seluruh provinsi di Sumatra dipastikan mengirimkan atletnya ke kejuaraan ini.
"Kita mengajukan diri, karena Bengkulu mundur. Seluruh provinsi di Sumatera pesertanya," ujar Arif, Selasa (6/10/2026).
Arif menyebut kejuaraan ini punya nilai strategis bagi atlet Sumut maupun provinsi lain di Sumatra. Selain mengumpulkan poin menuju PON, para judoka mendapat kesempatan bertanding melawan atlet dari daerah lain.
"Yang paling penting adalah kejurwil ini mendapatkan poin PON," katanya.
Kejurwil juga menjadi bagian dari proses pembinaan. Dengan lebih banyak bertanding, atlet dapat mengukur kemampuan, mengevaluasi kekurangan, sekaligus terbiasa menghadapi tekanan dalam kompetisi.
"Jadi pada saat kita ajukan kemarin untuk menjadi tuan rumah kejurwil, wilayah lain tidak membuat. Jadi kita berharap kita dapat poin dan wilayah lain poinnya tidak bertambah," ujarnya.
Rencana pelaksanaan Kejurwil Barat di Sumut tidak lepas dari persaingan perebutan poin PON antarwilayah. Arif mengungkapkan, pada September 2026 wilayah Jawa-Bali turut berencana menggelar kejuaraan dengan Jawa Barat sebagai tuan rumah.
"Tapi pada September kemarin wilayah Jawa-Bali mau buat juga, tuan rumah Jawa Barat. Mereka juga nggak mau membuang kesempatan untuk meraih poin PON," kata Arif.
Menurutnya, kesempatan menggelar kejuaraan menjadi penting bagi setiap wilayah karena atlet membutuhkan pertandingan untuk mendapatkan poin sekaligus menambah pengalaman.
"Mungkin juga karena mereka melihat atlet wilayah Sumatera akan mendapatkan poin PON sedangkan mereka tidak," ujarnya.
PJSI Sumut terus memersiapkan diri, mulai dari venue hingga administrasi penyelenggaraan. Namun proses surat-menyurat terkait kejuaraan masih menunggu perkembangan pembentukan Pengurus Besar (PB) PJSI di tingkat pusat.
"Kita akan memersiapkan diri dengan maksimal. Tentunya butuh dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu kami berterima kasih kepada Konsulat Jenderal Jepang yang selama beberapa tahun terakhir ini selalu mendukung," pungkasnya.
Dukungan Konjen Jepang menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Piala Konjen, yang selama beberapa tahun terakhir konsisten mendukung pembinaan judo di Sumatra Utara. Para atlet diharapkan memanfaatkan kejuaraan ini sebagai modal menghadapi kompetisi yang lebih besar menuju PON.