MEDAN — Puluhan pengemudi angkot dan ojek online yang biasa mangkal di kawasan Jalan Cut Mutia mendadak mendapat kejutan di tengah kesibukan pagi. Mereka menerima paket nasi kotak yang dibagikan langsung oleh Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, di depan Hotel Tiara Medan.
Pembagian dilakukan dengan mendatangi satu per satu pengguna jalan. Selain sopir angkot dan ojek online, paket makanan juga diterima petugas penyapu jalan, pejalan kaki, serta warga yang kebetulan melintas.
Wong mengaku kegiatan ini sengaja dirancang di sela-sela Rakercab DPC PDI Perjuangan Kota Medan yang digelar pada hari yang sama. Ia ingin memastikan agenda partai tidak membuatnya jauh dari warga.
"Tadi saya mengikuti kegiatan Rakercab DPC PDI Perjuangan Kota Medan. Hadir ketua dan seluruh pengurus partai di Kota Medan. Sebagai Ketua DPRD Kota Medan sekaligus kader PDI Perjuangan, tentunya kita harus tetap mendukung kegiatan partai," ujarnya kepada wartawan.
Namun, ia memilih meluangkan waktu di sela forum tersebut untuk menemui langsung konstituennya di jalanan.
Bagi Wong, aksi ini merupakan bentuk konkret kepedulian terhadap mereka yang menggantungkan hidup dari aktivitas di jalan. Ia menyebut semangat berbagi tidak harus diwujudkan dalam skala besar.
"Pembagian makan siang gratis ini sengaja kami laksanakan bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi SAW. Ada sebanyak 100 bungkus nasi yang kami sediakan bagi para sopir angkutan, ojek online, dan masyarakat yang membutuhkan," kata Wong.
Ia menambahkan, "Semoga apa yang kami berikan hari ini bisa bermanfaat. Mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi mudah-mudahan bisa membantu dan menjadi bentuk perhatian kami kepada masyarakat."
Di sela pembagian, Wong tidak hanya menyerahkan paket makanan. Ia menyempatkan diri berbincang singkat dengan sejumlah penerima untuk mendengar langsung keluhan mereka sehari-hari.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan warga menjadi cara paling efektif untuk mengetahui kebutuhan masyarakat secara nyata. Hal ini penting dilakukan di tengah kesibukan sebagai pimpinan legislatif.
Kegiatan sosial ini menjadi penanda bahwa perayaan Maulid Nabi tidak hanya diisi dengan ceramah, tetapi juga aksi nyata berbagi dengan sesama. Rakercab yang membahas strategi dan konsolidasi organisasi partai pun tetap berjalan lancar di lokasi terpisah.