Harga Emas Antam Anjlok Rp 50.000 per Gram, Investor Cermati Dampak Imbal Hasil AS

Penulis: Mukhtar Latif  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:03:01 WIB
Harga emas batangan Antam terkoreksi Rp 50.000 menjadi Rp 2.505.000 per gram pada perdagangan hari ini.

SUMATERA UTARA — Koreksi harga emas Antam terjadi setelah dua hari berturut-turut berada di zona penguatan. Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga buyback atau nilai yang diterima pemilik emas saat menjual kembali ke Antam juga terpangkas Rp 50.000 menjadi Rp 2.505.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali ini merupakan margin yang menjadi bagian dari bisnis pengolahan logam mulia.

Padahal, pada akhir Januari lalu, emas Antam sempat menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah di level Rp 3.168.000 per gram. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari tujuh bulan, harga logam mulia ini telah kehilangan sekitar Rp 523.000 per gram atau melemah lebih dari 16 persen dari puncaknya. Bagi investor yang membeli di posisi tertinggi, nilai aset mereka saat ini sedang berada dalam tekanan.

Pemicu Pelemahan: Imbal Hasil AS dan Harga Energi

Pelemahan harga emas kali ini tidak lepas dari sentimen global yang menekan pasar. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk jangka panjang melonjak ke level yang belum pernah terlihat dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga seperti emas menjadi kurang menarik dibandingkan obligasi.

Di sisi lain, harga minyak mentah yang terus naik untuk sesi ketiga berturut-turut justru memperkuat ekspektasi inflasi. Ketegangan antara AS dan Iran yang masih memanas membuat harga energi bertahan di zona positif. Kombinasi antara imbal hasil yang tinggi dan inflasi yang berpotensi naik menjadi tekanan ganda bagi logam mulia.

Di pasar spot, harga emas dunia turun 0,5 persen menjadi US$ 4.393,11 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember susut 0,6 persen ke level US$ 4.448 per ons.

Analis: Koreksi Temporer, Target US$ 5.000 Masih Terbuka

Meski tengah tertekan, sejumlah analis tetap mempertahankan pandangan positif terhadap prospek emas jangka panjang. Vice President and Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menyebut peningkatan kecuraman kurva imbal hasil menjadi hambatan utama bagi emas saat ini. Namun, ia menegaskan bahwa penurunan ini hanya fase konsolidasi sebelum minat beli kembali muncul.

"Meskipun terjadi penurunan sementara saat ini, kami tetap optimistis terhadap emas dan melihat adanya potensi kenaikan lebih lanjut, meskipun pasar mungkin perlu melewati fase konsolidasi sebelum minat beli kembali muncul," ujar Grant.

Bank of America dalam risetnya mencatat aktivitas pembelian investor saat ini lebih selaras dengan tingkat harga mendekati US$ 4.000 per ons dibandingkan US$ 5.000 per ons. Angka US$ 4.000 tersebut berkaitan dengan pertumbuhan permintaan investasi sebesar 21 persen secara tahunan. Menurut bank investasi tersebut, pembelian oleh investor perlu meningkat lebih agresif agar harga emas dapat bergerak menuju level US$ 5.000 per ons.

Para pelaku pasar kini menanti risalah rapat kebijakan Federal Reserve yang dijadwalkan rilis Rabu waktu setempat. Petunjuk mengenai arah suku bunga akan menjadi penentu utama pergerakan emas dalam beberapa pekan ke depan. Data ekonomi AS yang menunjukkan hilangnya lapangan kerja secara tak terduga dan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan turut memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS mungkin akan melonggarkan kebijakannya lebih cepat.

Harga emas Antam bersifat fluktuatif dan berubah setiap hari mengikuti pergerakan pasar global. Masyarakat yang hendak berinvestasi emas batangan disarankan memantau pergerakan harga secara berkala dan mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang, karena selisih antara harga beli dan harga buyback membuat emas kurang ideal untuk tujuan trading jangka pendek.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top