SUMATERA UTARA — Zikir Nasional dan Renungan Suci menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI yang dirancang kolaboratif lintas kementerian dan lembaga. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyebut kegiatan ini digelar setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan dan pemaparan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) pada Jumat (14/8) lalu.
"Perayaan bulan kemerdekaan tahun ini dirancang secara kolaboratif melalui kerja sama berbagai kementerian dan lembaga, serta juga melibatkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya," kata Juri Ardiantoro dalam keterangan resminya.
Menurut Juri, kegiatan yang berlangsung di TMP Kalibata tersebut menjadi momentum untuk mengisi peringatan kemerdekaan dengan refleksi dan doa. Selain itu, malam renungan suci ini juga dimaksudkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Pemilihan TMP Kalibata sebagai lokasi zikir bukan tanpa alasan. Tempat ini menjadi area pemakaman bagi ribuan pahlawan nasional serta prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI yang gugur dalam tugas, menjadikannya simbol pengorbanan bagi bangsa.
Zikir Nasional yang dipimpin langsung oleh Kepala Negara ini merupakan mata rantai terakhir sebelum puncak peringatan kemerdekaan. Setelah rangkaian doa usai, rangkaian acara akan berlanjut ke Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8) pagi.
Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam doa bersama, baik yang hadir secara langsung di TMP Kalibata maupun yang mengikuti dari masing-masing daerah. Partisipasi publik ini dinilai penting untuk memperkuat rasa kebangsaan di tengah perayaan bulan kemerdekaan.
Rangkaian acara menyambut HUT ke-81 RI tahun ini berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain pidato kenegaraan dan zikir nasional, berbagai kegiatan kebudayaan dan sosial juga digelar serentak di berbagai daerah dengan melibatkan masyarakat luas.