MEDAN — Sebanyak 250 paket sembako dibagikan PIRA Sumatera Utara kepada para penarik becak di sejumlah titik Kota Medan, Jumat (14/8/2026). Aksi sosial ini digelar sebagai bentuk nyata mengisi kemerdekaan, bukan sekadar perayaan seremonial.
Ketua PD PIRA Sumatera Utara, Sri Kumala, turun langsung memimpin pembagian bantuan bersama jajaran pengurus. Mereka menyasar penarik becak yang sehari-hari mengandalkan penghasilan dari mengayuh di jalanan ibu kota provinsi.
Menurut Sri Kumala, momen HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi dengan aksi nyata. Salah satunya dengan berbagi kepada kelompok masyarakat yang masih bergantung pada pekerjaan informal.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kepedulian, gotong royong dan berbagi kepada sesama. Para penarik becak setiap hari bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan ini merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan para pengayuh becak yang tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi. Kehadiran mereka dinilai masih menjadi bagian penting dari denyut transportasi dan kehidupan sosial Kota Medan.
Paket sembako yang disalurkan berisi kebutuhan pokok untuk meringankan pengeluaran harian penerima. PIRA Sumut berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh keluarga para penarik becak.
“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi para penerima dan keluarga. Semoga kegiatan ini juga membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat,” kata Sri Kumala.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan bagi elemen masyarakat lain untuk turut memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. PIRA Sumut menilai solidaritas sosial adalah salah satu cara terbaik merayakan kemerdekaan.
Di akhir kegiatan, PIRA Sumut menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mereka berharap bangsa ini semakin maju, kuat, dan sejahtera di tengah dinamika zaman.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan mengisi kemerdekaan dengan karya serta kepedulian. Indonesia Hebat, Indonesia Maju. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” tutupnya.