KARO — Langkah tegas langsung diambil Badan Gizi Nasional (BGN) setelah dugaan keracunan massal melanda 288 siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Selain meminta maaf secara langsung kepada Bupati Karo Antonius Ginting, BGN juga mencopot kepala dapur dan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Permintaan maaf tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono melalui sambungan video call pada Jumat (14/8/2026), sehari setelah insiden terjadi. Dalam kesempatan itu, Sudaryono menegaskan komitmennya untuk memastikan penanganan kesehatan terbaik bagi para siswa terdampak.
"Pak Bupati, saya Kepala BGN meminta maaf kepada warga Karo. Melalui Pak Bupati, sampaikan permohonan maaf saya kepada orang tua siswa dan pastikan penanganan kesehatannya terbaik kepada anak-anak kita," ujar Sudaryono dalam sambungan video call tersebut.
Sudaryono memastikan BGN tidak tinggal diam. Investigasi menyeluruh akan dilakukan bersama pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan setempat untuk mengungkap akar masalah. Langkah pertama yang diambil adalah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa sebelum gejala keracunan muncul.
"Kita akan investigasi. Pak Bupati, saya mohon bantuan dari dinas kesehatan untuk membantu mengambil sampel makanan. Tim kita dari BGN juga sudah turun dan kita sudah lakukan langkah menutup SPPG-nya dan mencopot kepala dapurnya," kata Sudaryono.
Bupati Karo Antonius Ginting merespons cepat permintaan maaf tersebut. Ia memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo terus memantau kondisi seluruh siswa yang terdampak. Hingga Jumat (14/8/2026), seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.
"Siap Bapak, kita juga sudah mengambil sampel dan kita pastikan pelayanan terbaik untuk anak kita," ujar Antonius.
Pemkab Karo bersama BGN saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Hasil laboratorium ini menjadi kunci untuk menentukan langkah lanjutan serta mencegah kasus serupa terulang kembali dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.