SUMATERA UTARA — Jakarta, 11 Agustus 2026 — Pemerintah bergerak cepat memastikan seluruh infrastruktur pendukung FIFA ASEAN Cup 2026 siap digunakan. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pertemuan itu menghasilkan keputusan penting terkait lokasi latihan resmi bagi tim-tim yang berlaga.
Dalam rilis resmi Kemenpora, Selasa (11/8/2026), Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, akan menjadi saksi pertandingan perdana ajang yang dihelat di bawah naungan FIFA tersebut. Namun, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya mengandalkan dua venue utama itu untuk menunjang kebutuhan para atlet.
Pramono Anung mengungkapkan pihaknya sempat menawarkan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai tempat latihan. Namun, arena megah di Jakarta Utara itu dipastikan tidak bisa digunakan karena bertepatan dengan jadwal konser musik besar.
"Sebenarnya kami juga menawarkan JIS. Tetapi karena di JIS akan ada konser, sehingga dengan demikian kemungkinan dua lapangan itu," kata Pramono kepada media, Selasa (11/8/2026).
Dua fasilitas yang akhirnya disiapkan adalah GOR Soemantri Brodjonegoro di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, serta Lapangan Banteng di Jakarta Pusat. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas menuju SUGBK dan kenyamanan para pemain selama menjalani pemusatan latihan.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momen bersejarah sebagai edisi pertama turnamen yang dikelola langsung oleh FIFA untuk kawasan Asia Tenggara. Kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia—berbagi peran dengan Hong Kong—menunjukkan pengakuan terhadap kapasitas stadion dan antusiasme sepak bola nasional.
Bagi pemerintah, turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga. Ini adalah panggung untuk menunjukkan kesiapan logistik, manajemen keramaian, hingga layanan transportasi publik kepada pengunjung internasional. Dengan durasi hampir dua pekan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama.
Kesiapan lapangan latihan menjadi salah satu indikator penilaian FIFA terhadap kualitas penyelenggaraan. Keputusan cepat Pemprov DKI mengalihkan fungsi GOR Soemantri Brodjonegoro dan Lapangan Banteng dinilai langkah antisipatif yang tepat.
Dengan skema pembagian peran yang jelas—Jakarta sebagai pusat pertandingan utama dan Bandung sebagai venue pendukung—Indonesia optimistis memberikan pengalaman terbaik bagi para pemain, official, dan suporter dari berbagai negara Asia Tenggara pada September mendatang.