SUMATERA UTARA — Proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Barat berlangsung secara bertahap. Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumbar, Yesi Yuliani, menjelaskan bahwa kondisi sistem saat ini masih dalam status 'hunting' — beban listrik terus meningkat, namun pasokan daya belum bertambah signifikan. Akibatnya, sistem kerap melakukan pemadaman otomatis demi melindungi jaringan.
"Sistem kelistrikan masih membutuhkan tambahan pasokan daya untuk menjaga kestabilan di seluruh wilayah," ujar Yesi dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
PLN saat ini menunggu pasokan tambahan dari sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan (SBS) yang diperkirakan masuk hingga pukul 19.00 WIB. Selain itu, perusahaan juga tengah melakukan sinkronisasi dua pembangkit utama: PLTU Teluk Sirih dan PLTU Ombilin. Keduanya ditargetkan terhubung ke jaringan Sumatera Barat paling lambat pukul 21.00 WIB malam ini.
Namun, jika tambahan daya dan sinkronisasi itu tak mencukupi, PLN akan melakukan manajemen beban berupa manual load shedding (MLS) atau pemadaman sementara di sejumlah wilayah. "Jadwal MLS akan segera diumumkan lebih lanjut," tambah Yesi.
Hingga Sabtu sore, kecukupan daya di Sumbar baru mencapai 70 persen dari total daya mampu sistem. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 240 MW untuk bisa beroperasi normal dan stabil. PLN meminta masyarakat tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan perusahaan.
Seluruh personel PLN disebut masih bersiaga penuh untuk mempercepat pemulihan. Prioritas utama saat ini adalah mengamankan sistem dari gangguan yang lebih luas, sembari menunggu pasokan dari SBS dan sinkronisasi PLTU selesai.
Kondisi ini menjadi pengingat betapa rentannya sistem kelistrikan regional terhadap fluktuasi pasokan, terutama saat permintaan listrik sedang tinggi. Warga Sumatera Barat diharapkan bersiap jika pemadaman bergilir benar-benar diterapkan dalam beberapa jam ke depan.