TEBING TINGGI — Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik menilai promosi yang gencar saja tidak cukup tanpa dukungan informasi lengkap soal akomodasi, kuliner, dan lokasi wisata. Karena itu ia meminta pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe saling mendukung mempromosikan potensi yang ada di kota itu.
Permintaan itu disampaikan Erwin saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Daya Tarik Wisata Unggulan Kabupaten/Kota di Pondok Bali Lestari, Jalan Deblod Sundoro, Tebing Tinggi, Selasa (22/9/2026).
Menurut Sekda, tamu dari luar daerah tidak hanya mencari tempat menginap. Mereka juga butuh tahu di mana bisa makan, ke mana bisa berekreasi, dan kegiatan apa yang bisa diikuti selama berada di Tebing Tinggi.
"Pelaku usaha harus saling mendukung dan mempromosikan potensi yang ada. Kalau ada tamu dari luar daerah, mereka tidak hanya membutuhkan tempat menginap, tetapi juga informasi tempat makan, wisata dan kegiatan yang bisa dilakukan," kata Sekda.
Selain promosi lewat media sosial, Erwin mengajak pelaku usaha rutin menyusun agenda kegiatan. Cara itu dinilai efektif menarik minat pengunjung dari luar daerah sekaligus membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Menurutnya, ekosistem pariwisata yang saling menguntungkan hanya bisa terwujud kalau kedua pihak berjalan searah.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tebing Tinggi Muhammad Fadly menjelaskan, sosialisasi ini diarahkan untuk membangun basis Satu Data pariwisata daerah. Basis data itu nantinya mengintegrasikan seluruh potensi penginapan, kuliner, dan destinasi rekreasi di Tebing Tinggi.
"Melalui Satu Data ini, kita berharap setiap event skala daerah maupun nasional yang mendatangkan tamu luar daerah tidak lagi kesulitan mencari penginapan, tempat rekreasi maupun wisata kuliner," jelas Fadly.
Dengan basis data tunggal, informasi soal penginapan dan tempat makan tidak lagi tersebar di banyak kanal berbeda. Pemkot berharap tamu luar daerah bisa mengakses semuanya dari satu sumber.
Kegiatan itu dihadiri Camat Tebing Tinggi Kota Henci Br Siregar, Kabag Pemerintahan Risky Safitri, jajaran lurah dan kepala lingkungan, serta pelaku usaha industri jasa pariwisata di Kota Tebing Tinggi.
Kehadiran jajaran kecamatan hingga kepala lingkungan menunjukkan sosialisasi ini menyasar level paling bawah. Mereka yang bersentuhan langsung dengan tamu di lapangan diharapkan ikut menyosialisasikan potensi wisata kota.
Pemkot Tebing Tinggi belum merinci jadwal peluncuran Satu Data pariwisata tersebut. Namun Disporapar menyebut integrasi data penginapan dan kuliner jadi prioritas sebelum event skala daerah maupun nasional berikutnya digelar.