SUMATERA UTARA — Dua video baru yang diunggah 'CyberLeek' memperlihatkan aksi berbeda dari bocoran sebelumnya. Video pertama menampilkan gameplay supercar dan adegan perampokan bersenjata, sementara video kedua memperlihatkan suasana di dalam klub strip. Yang menarik, video kedua ini seolah mengejek Take-Two dan Rockstar dengan memperlihatkan cuplikan cutscene di mana seorang karakter berkata perlu "buang air kecil" atau "a leak".
Cuplikan cutscene ini menjadi yang kedua kalinya muncul pekan ini. Sebelumnya, 'CyberLeek' juga merilis video yang diduga diambil dari build internal game. Kekhawatiran komunitas kini meningkat karena leaker tersebut diduga memiliki akses ke versi pengembangan GTA 6 dan berpotensi membocorkan spoiler alur cerita yang signifikan.
Pada 20 Agustus, Take-Two mengajukan somasi Digital Millennium Copyright Act (DMCA) ke pengadilan federal. Somasi ini meminta informasi identitas dari Microsoft dan Discord terkait akun-akun yang tergabung dalam sejumlah server Discord, termasuk server milik kreator konten GTA asal Australia, Matthew "Matt" Judge yang dikenal sebagai DarkViperAU. Judge sendiri telah membantah keterlibatannya dalam kebocoran ini.
Selain itu, Take-Two juga mengirimkan peringatan penghapusan DMCA ke GitHub pada Rabu (19/8). Dalam peringatan tersebut, Take-Two menegaskan bahwa "pelanggar membagikan konten curian dari hak cipta kami" dan meminta repositori terkait untuk dinonaktifkan sepenuhnya.
Melalui somasi yang diajukan, Take-Two ingin mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab mengunggah bocoran di GitHub. Mereka juga meminta "seluruh catatan bisnis internal Microsoft dan catatan investigasi terkait investigasi internal atas persona 'cyberleek' yang cukup untuk mengidentifikasi pengguna, orang, dan/atau entitas yang terkait dengan persona tersebut." Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York telah mengabulkan somasi terhadap Microsoft pada 21 Agustus.
Chief Technical Officer Xbox, Scott Van Vliet, merespons situasi ini melalui cuitan di X (sebelumnya Twitter) pada Kamis malam. "Kami bekerja sama erat dengan Take-Two dan Rockstar Games untuk mendukung upaya melindungi karya kreatif dan kekayaan intelektual," tulisnya.
Sementara itu, Discord memberikan pernyataan kepada Variety. "Discord terkadang menerima somasi terkait Digital Millennium Copyright Act (DMCA). Kami meninjau dan mematuhi somasi yang valid saat kami menerimanya, sebagaimana standar dan rutin dilakukan perusahaan seperti kami," ujar perwakilan Discord.
Baik Rockstar maupun Take-Two belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kebocoran terbaru ini.
Menurut laporan Bloomberg, Rockstar masih belum mengetahui bagaimana kebocoran ini terjadi dan siapa dalang di baliknya. Internal studio dikabarkan merasa frustrasi dan marah atas kejadian ini, meskipun belum ada rencana untuk menunda acara besar Netflix pekan depan.
Netflix sendiri tetap melanjutkan rencana penayangan perdana Grand Theft Auto 6: An Extended Look pada Kamis, 27 Agustus. Tayangan ini akan eksklusif di platform streaming tersebut selama enam jam sebelum akhirnya dirilis ke platform lain seperti YouTube.
GTA 6 dijadwalkan rilis pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X dan S. Dengan semakin dekatnya tanggal perilisan, kebocoran beruntun ini menjadi ujian serius bagi kemampuan Rockstar dan Take-Two dalam menjaga kerahasiaan proyek paling dinanti industri game saat ini.