MEDAN — Angin puting beliung yang menerjang dua kelurahan di Medan Johor meninggalkan duka mendalam bagi ratusan keluarga. BPBD Sumut mencatat 167 unit rumah terdampak, dan sebagian besar penghuninya berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas. Mereka kini menunggu kepastian perbaikan rumah yang sempat menggantung.
Kepastian itu akhirnya datang. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan bahwa perbaikan rumah korban tidak akan setengah-setengah. Dalam peninjauannya di kawasan Kanal, Kelurahan Suka Maju, Jumat (21/8/2026), ia memastikan rumah yang rusak berat maupun yang kehilangan atap akan dibangun kembali hingga tuntas.
Kebijakan ini diambil setelah Bobby menemukan sejumlah warga yang sebelumnya menerima bantuan material bangunan tidak mencukupi kebutuhan perbaikan. Alih-alih meringankan, bantuan parsial justru membuat korban harus mengeluarkan biaya tambahan di tengah kondisi sulit.
"Kalau bantuan musibah harus selesai. Jangan warga sudah kena musibah masih harus beli lagi kekurangannya. Yang rusak kita bangun, yang hancur kita bangun baru," kata Bobby di lokasi kejadian.
Ia menegaskan bahwa skema bantuan untuk korban bencana berbeda jauh dengan bantuan reguler yang bersifat stimulan. Prinsip ini, menurutnya, menjadi evaluasi penting bagi jajaran pemerintah dalam penyaluran bantuan kebencanaan ke depan.
Dengan pengambilalihan ini, Pemprov Sumut berkomitmen menanggung seluruh kebutuhan perbaikan. Warga tidak lagi dipusingkan dengan kekurangan material seperti semen, pasir, atau seng yang sebelumnya menjadi keluhan utama di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, selain memastikan proses pembangunan kembali, Bobby juga berdialog langsung dengan warga terdampak. Ia menyerahkan bantuan bahan material bangunan serta paket sembako untuk meringankan beban harian para korban.
Cuaca ekstrem yang melanda Kelurahan Suka Maju dan Kelurahan Titi Kuning ini menjadi pengingat akan pentingnya respons cepat dan tepat. Bagi warga Medan Johor, janji pembangunan tuntas ini adalah harapan baru setelah rumah mereka disapu angin kencang.