MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi mengoperasikan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang menghubungkan kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang. Pada tahap awal, dua unit bus listrik mulai beroperasi dan dapat digunakan masyarakat secara gratis selama masa uji coba.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa kehadiran layanan transportasi publik berbasis listrik ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan sistem transportasi yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan di kawasan metropolitan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Yuda Pratiwi Setiawan menyebutkan, setelah beroperasi penuh, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.
Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik. Rinciannya, 14 unit untuk Koridor 11 rute Teladan-Terminal Lubuk Pakam, 13 unit untuk Koridor 12 rute Simpang Barat-Binjai, dan tiga unit armada cadangan.
BRT Mebidang memiliki lintasan sepanjang 21 kilometer yang terhubung dengan 31 halte. Sebanyak 17 rute akan menjangkau kawasan Mebidang menggunakan armada 515 bus listrik yang didukung depo, halte, dan jalur khusus bus.
Kementerian Perhubungan pada 2023 memilih Kota Medan untuk membangun proyek infrastruktur BRT Mebidang. Proyek ini dibiayai mitra pembangunan, yakni World Bank dan AFD Prancis dengan total pendanaan mencapai Rp1,9 triliun.
Bobby menegaskan bahwa BRT Mebidang tidak boleh berhenti sebatas peluncuran armada bus. Menurutnya, layanan ini harus berkembang menjadi sistem transportasi yang saling terkoneksi dan terintegrasi sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat.
"Ini bukan launching bus, tetapi transportasi yang terkoneksi dan terintegrasi sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum," ujar Bobby usai peresmian di Terminal Lubuk Pakam, Deli Serdang, Rabu.
Gubernur menekankan bahwa pembangunan transportasi publik merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan pilihan mobilitas yang layak. Pertumbuhan kendaraan pribadi dewasa ini harus diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang nyaman dan terjangkau.
"Semakin banyak kendaraan pribadi, semakin sulit pemerintah memberikan pelayanan. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan transportasi umum," kata Bobby.
Bobby juga meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang mengesampingkan ego sektoral dan secara bersama-sama mendukung integrasi sistem transportasi. Konsistensi pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan, dan kemudahan akses menjadi kunci keberhasilan BRT Mebidang.
Selama masa uji coba, dua unit bus listrik dioperasikan untuk mengevaluasi kondisi teknis, waktu tempuh, dan memberikan edukasi kepada masyarakat Sumatera Utara. Masyarakat dapat menggunakan layanan BRT listrik ini secara gratis hingga tahap evaluasi selesai.